P.K. Ojong - Jakob Oetama Tower Diresmikan


P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower diresmikan pada Rabu (27/9) bertepatan dengan ulang tahun pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama yang ke-67


Melalui Peraturan  Menteri Pekerjaan Umum No. 11/2012, pemerintah Indonesia berupaya untuk menurunkan tingkat konsumsi energi karena pemerintah telah mencanangkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2020. Salah satu cara yang dilakukan untuk mencapai hal ini adalah dengan menerapkan rancangan struktur dan konstruksi bangunan yang dapat menurunkan tingkat konsumsi energi.



Universitas Multimedia Nusantara mendukung langkah pemerintah dalam mengurangi konsumsi energi dengan menerapkan rancangan struktur dan konstruksi bangunan yang ramah lingkungan sekaligus hemat energi pada gedung barunya, P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower yang diresmikan pada Rabu (27/9). P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower kembali menerapkan passive design seperti gedung pendahulunya, New Media Tower yang meraih juara pertama Energy Efficient Building kategori Tropical Building di ASEAN Energy Award 2014 lalu. Penggunaan passive design ini memungkinkan pengurangan konsumsi listrik pada gedung secara cukup signifikan.



 



P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower menggunakan double skin facade yang akan mengontrol intesitas cahaya dan panas matahari yang masuk ke dalam ruangan sehingga ruangan cukup terang dan dingin. Dengan demikian, penggunaan pendingin udara pun bisa dikurangi. Kesejukan dalam P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower juga didukung dengan sirkulasi udara alam melalui keberadaan roof garden yang berada di beberapa lokasi gedung. Selain itu, cerobong-cerobong udara yang memanfaatkan perbedaan tekanan udara, membuat basement P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower tidak memerlukan adanya exhaust fan.



(Baca juga: Lagi, Penghargaan Tingkat Nasional Diraih New Media Tower UMN)



 



Selain menerapkan passive design, gedung P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower ini juga menggunakan teknologi terbaru yang memampukannya untuk menekan penggunaan energi secara keseluruhan. Teknologi tersebut antara lain adalah penggunaan lampu LED dan magnetic chiller. Jika dibandingkan dengan electric chiller yang dipakai oleh New Media Tower, magnetic chiller bisa mengurangi konsumsi energi listrik hingga 30% jika diukur dengan beban yang sama.



“P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower merupakan wujud komitmen UMN dalam pemeliharaan lingkungan. Itulah sebabnya dalam pembangunan gedung-gedung perkuliahan ke depannya pun, UMN akan terus mengusung konsep hemat energi,” jelas Andrey Andoko, Wakil Rektor UMN. Tak hanya itu, berdirinya P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower ini juga merupakan perwujudan rasa terima kasih UMN atas semakin tingginya kepercayaan masyarakat Indonesia kepada UMN sebagai perguruan tinggi pilihan untuk mendidik generasi muda Indonesia selama 10 tahun UMN berdiri. Adapun sebelum menginjak usianya yang ke-10, UMN telah menerima Akreditasi Institusi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.



Dengan 19 lantai, ketinggian gedung yang mencapai 80 meter dan luas total bangunan 42.500 m2, P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower bisa menampung lebih dari 5 ribu mahasiswa. Selain kelas, bangunan ini juga memiliki banyak fasilitas lain yang akan menunjang kegiatan mahsiswa dalam menimba ilmu di UMN. Beberapa fasilitas tersebut antara lain adalah Lecture Theater yang dapat menampung hingga 500 orang, laboratorium untuk berbagai program studi di UMN, laboratorium Perhotelan, dan sarana olahraga indoor seperti lapangan futsal dan badminton yang terletak di lantai teratas P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower.



Adapun peresmian P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower dilangsungkan bertepatan dengan ulang tahun pendiri Kompas Gramedia Grup, Jakob Oetama, 27 September. Ini merupakan hadiah bagi Jakob Oetama memasuki usianya yang ke-86. Selain itu, pemilihan nama P.K. Ojong –  Jakob Oetama untuk gedung terbaru ini merupakan penghargaan bagi kedua pendiri grup Kompas Gramedia.(*)



by Grace Natali – Universitas Multimedia Nusantara News Service


Masukan Identitas



Daftar Baru